“Rabies ini tingkat kematiannya hampir 100 persen apabila gejala klinis sudah mulai muncul. Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting,” katanya.
Rabies merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang sistem saraf pusat dan disebabkan oleh virus rabies (Lyssavirus). Penyakit ini bersifat zoonosis, sehingga dapat menular dari hewan kepada manusia.
Karena itu, vaksinasi hewan menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kesadaran pemilik hewan peliharaan agar tidak mengabaikan kesehatan dan vaksinasi hewan.
Aksi donor darah dan vaksinasi rabies tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Karantina NTT. Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026 melalui kegiatan go to campus di Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani).
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jalan santai dan anjangsana ke Purbabakti sebelum mencapai puncaknya pada 18 Oktober 2026.
Rahman mengatakan seluruh kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendekatkan Karantina dengan masyarakat serta memperkenalkan tugas institusi dalam menjaga kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, termasuk mencegah penyebaran penyakit serta organisme pengganggu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











