Ia adalah alumni pertama dan pernah mengalami masa kecil penuh kesederhanaan—bahkan sudah bekerja sejak kelas 1 SD demi menyambung hidup.
Panti ini pernah berada di kondisi sulit, hingga harus menjual batu karang untuk makan. Namun berkat bantuan banyak pihak, termasuk Kejati NTT, kini panti telah berkembang dan menampung 54 anak. “Terima kasih atas hati mulia dan kepeduliannya. Bantuan ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak,” ujar Dominggus dengan haru
Dalam sambutannya, Kajati NTT menegaskan pentingnya pendidikan dan ketekunan. “Perjuangan pasti berbuah manis. Tidak ada yang bisa menolong kalian selain diri kalian sendiri. Rajinlah belajar dan jangan menyerah,” pesan Kajati kepada anak-anak.
Di waktu yang sama, pejabat Kejati NTT lainnya juga mengunjungi Panti Asuhan Putri Aisyiyah dan Holy Angel Labat. Kunjungan diterima dengan penuh kehangatan, dan pengurus panti menyampaikan apresiasi atas perhatian Kejati NTT terhadap anak-anak menjelang Natal. Kunjungan Kasih ini menjadi momentum penting bagi Kejati NTT untuk menebarkan semangat Natal dan menunjukkan komitmen dalam mendukung masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











