Ia datang ke Vanimo atas undangan para misionaris setempat dari Institut Katolik Inkarnate Word.
“Kalian melakukan sesuatu yang indah, dan penting bagi kalian untuk tidak ditinggalkan sendirian,” kata Fransiskus kepada khalayak yang diperkirakan Vatikan berjumlah 20.000 orang, terdiri dari para misionaris dan umat Katolik dari Vanimo.
“Anda tinggal di tanah yang luar biasa, yang kaya akan berbagai macam tanaman dan burung. Keindahan lanskapnya sepadan dengan keindahan masyarakat tempat orang-orang saling mencintai,” kata Paus.
Sebagai negara luas yang terdiri atas pegunungan, hutan, dan sungai, Papua Nugini merupakan rumah bagi lebih dari 800 bahasa dan ratusan suku, termasuk puluhan masyarakat yang tinggal di huta terpencil.
Sebelum menuju Vanimo, Paus Fransiskus memimpin Misa pada Minggu bersama sekitar 35.000 umat Katolik di sebuah tempat olahraga di Port Moresby, ibu kota Papua Nugini. Dalam acara keagamaan tersebut, Paus mengatakan kepada penduduk setempat bahwa meskipun mereka mungkin berpikir bahwa mereka tinggal di “tanah yang jauh dan terpencil”, Tuhan dekat dengan mereka. (CNBC Indonesia)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











