“Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits bukanlah sekadar ajang kompetisi.
Ia adalah momentum pembentukan karakter, membangun keikhlasan, kedisiplinan, kesabaran, dan pengabdian. Karena sejatinya, STQH bukan hanya soal suara merdu dan tajwid yang sempurna, tetapi tentang menghadirkan Al-Qur’an dalam laku hidup sehari-hari,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi NTT menurut Melki Laka Lena, terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan keagamaan seperti ini.
Beliau meyakini bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari pembentukan moral dan spiritual yang kuat.
Karena manusia yang beriman, berakhlak, dan berilmu akan menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih, pembina, dan pengurus LPTQ yang telah bekerja tanpa lelah membina dan mendampingi para peserta selama proses pelatihan yang dijalani.
Ketua Pelaksana LPTQ Provinsi NTT, H. Muhammad Saleh Goro dalam laporannya menyebutkan bahwa para Qori’ dan Qori’ah yang akan mengikuti seleksi STQH Nasional ini telah diseleksi dari jenjang kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
- Muhammad Saleh Goro menjelaskan, sebanyak 10 peserta yang terdiri dari 5 Qori’ dan 5 Qori’ah akan mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVIII Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Selatan pada 9-18 Oktober ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











