Dukungan yang ia maksudkan itu berasal dari Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Jose Ramos Horta pada 23 September 2024, dan persetujuan lisan dari Perdana Menteri Xanana Gusmao pada 28 Agustus 2023.
Dalam kesempatan siang itu, Melki Laka Lena juga menyampaikan apresiasinya atas keterpilihan Kabupaten Belu, Kabupaten Kupang serta Kota Kupang sebagai lokasi shooting film tersebut. Ia berharap, para sineas nasional seperti Anggi Friska, Deddy Mizwar, Alim Sudio serta Yudi Datau yang tergabung dalam tim produksi film ini, dapat melakukan transfer pengetahuan, keterampilan dan keahlian mereka kepada generasi muda NTT. Melkiades Laka Lena juga menyampaikan dukungan dan kesediaannya untuk turut serta dalam proses produksi film tersebut.
Sementara itu Anggi Friska selaku sutradara turut menjelaskan, subtansi film tersebut mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan yang telah dilakukan pihak Indonesia dan Timor Leste dengan menampilkan kisah tentang putra Panglima FALINTIL, Lere Anan Timur, yang diadopsi oleh salah satu perwira ABRI pada tahun 1982, dibesarkan dan dididik hingga tumbuh dewasa.
Adapun seluruh proses produksi film tersebut akan disupervisi oleh sineas terkemuka, H. Deddy Mizwar. Menurut Wahyuni Refi, tim produksi akan memulai pemilihan lokasi shooting pada 13-19 Maret 2025, yang akan berlangsung di beberapa wilayah di Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Belu, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











