Kenaikan permukaan air laut karena krisis iklim juga menjadi ancaman nyata bagi negara Pasifik ini. Selain menyinggung kerusakan alam, Menezes juga bicara kekerasan sosial. Ia bercerita bahwa masalah besar lain yang menjadi perhatian Gereja di Papua Nugini adalah kekerasan terkait ilmu sihir terutama terhadap perempuan. “Gereja telah lama berusaha memberantas [kekerasan]. Orang-orang sering dituduh melakukan ilmu sihir dan disiksa. Tidak ada rasa hormat terhadap kehidupan dan ini salah,” kata Menezes.
Dia lalu meyakini pernyataan Paus Fransiskus akan berdampak jangka panjang bagi para pemimpin dan rakyat Papua Nugini. “Karena perhatian beliau sangat didengarkan di dunia,” ujar Menezes.
Paus Fransiskus berada di Papua Nugini pada 6-9 September. Selama di negara ini, dia akan bertemu Perdana Menteri James Marape, tokoh lintas iman, hingga menghadiri misa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











