KUPANG, fokusnusatenggara.com — Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Agustinus Junianto ST, MT, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi semangat BPJN dalam menjaga stabilitas dan mobilitas barang serta jasa di wilayah NTT.
“Meski ada efisiensi anggaran, kami tetap berkomitmen untuk memastikan kelancaran transportasi di NTT. Beberapa titik longsor seperti di Takari sudah kami tangani secara sementara agar masyarakat tetap bisa melintas,” ujar Agustinus kepada wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (25/3/25).
Pada tahun 2024, BPJN NTT mendapat anggaran Rp 782,3 miliar. Namun, tahun ini anggaran turun drastis menjadi Rp 274,3 miliar, yang mencakup perencanaan, pengawasan, operasional kantor, serta gaji pegawai. Untuk fisik, alokasi anggaran hanya sebesar Rp 102 miliar, sementara pencairan tahap kedua masih menunggu keputusan pusat.
Proyek Infrastruktur Tetap Berjalan
Meskipun anggaran terbatas, BPJN NTT tetap melaksanakan beberapa proyek strategis. Saat ini, telah dikontrak enam paket pekerjaan dengan total nilai Rp 43 miliar, yang terdiri dari lima proyek fisik dan satu supervisi. Beberapa proyek tersebut antara lain:
Penanganan longsor di Takari, Rehabilitasi Jembatan Noelmina, Rehabilitasi Jembatan Hurung, Rehabilitasi Jembatan Taramana dan Perbaikan ruas jalan batas Kota Kupang – Batas Kota SoE
“Kami masih menunggu pencairan tahap kedua agar proyek yang sudah direncanakan bisa segera dikerjakan,” tambah Agustinus.
Tantangan dalam Pemeliharaan Jalan Nasional
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











