“Ini yang membuat kami harus turunkan tim ahli untuk menganalisis apakah dana pemeliharaan itu memang perlu atau tidak,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan lapangan, tim juga menguji sambungan pipa rumah tangga (SR), namun tidak ada air yang keluar. “Kasihan masyarakat, mereka merindukan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, tapi yang ada hanya pipa kosong,” ujar Yupiter.
Hasil kajian tim ahli akan menjadi dasar penyidik menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas proyek yang menelan dana hingga Rp1,5 miliar selama tiga tahun anggaran tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan, besar kemungkinan penilaian kerugian negara masuk kategori total loss karena proyek tidak memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











