Sebby menyebutkan TPNPB dari 36 komando daerah pertahanan siap melakukan pertempuran melawan aparat militer Indonesia.
“Seluruh aparat militer Indonesia yang memasuki wilayah perang di Tanah Papua kami siap tembak mati di mana saja dan kapan saja jika ketemu siap tembak,” kata Sebby Sambom.
Pihak TNI Membenarkan
Sementara itu, sebelumnya pihak TNI membenarkan adanya kontak tembak di Kiwirok. Dari tiga prajurit yang terkena tembakan, satu di antaranya yakni Pratu Haris Umaternate dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke RS Marthen Indey, Jayapura.
Kabar gugurnya Pratu Haris juga dipublikasikan melalui akun resmi Instagram Yonif 753/AVT yang mengunggah poster ucapan duka.
“Keluarga Besar Batalyon Infanteri 753/AVT mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya prajurit terbaik Satgas Pamtas RI PNG Statis Yonif 753/AVT, Pratu Haris Umaternate,” tulis unggahan tersebut.
Bagian Penerangan Satgas Swasembada, Letda Iqbal Fausan, menyebut pihaknya masih mengumpulkan laporan detail dari lapangan.
“Saat ini kita belum bisa konfirmasi secara detail karena sedang menunggu laporan dari personel di lapangan. Personel sudah kita evakuasi ke RS Marthen Indey, mas,” ujarnya saat dihubungi.
Pasca-penyerangan, aparat keamanan meningkatkan status siaga di Pos Kiwirok. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak TNI mengenai langkah yang akan diambil setelah klaim TPNPB-OPM tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











