ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Hasil Visum : Penyebab Maria Mei Tewas Dianiaya Suaminya Albert Solo Karena Kekerasan Tumpul

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.Com –   Penyebab tewasnya Maria Mey (52), ASN Dispora NTT diduga dianiaya suaminya, Albert Solo, Pegawai Satpol PP itu  Senin 12 Agustus 2024 itu karena kekerasan tumpul. Pihak Polresta Kupang Kota langsung minta dilakukan otopsi di RSB Bhayangkara Titus Uly.

“ Jasad korban telah kami otopsi. Luka yang ada ditubuhnya itu, karena adanya kekerasan benda tumpul. Saat di autopsi (korban), ditemukan beberapa resapan darah di kepala bagian kanan dan pendarahan hebat akibat benda tumpul,” kata spesialis forensik medikolegal Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang, AKBP Dokter Edwin Tambunan.

Sesuai hasil pemeriksaan luar jelas dokter Erwin, korban tidak ditemukan adanya luka-luka yang serius. Tetapi ditemukan beberapa luka lecet di bagian wajah, kemudian ujung jarinya sudah mengalami perubahan, pucat.

Baca Juga :  Bongkar Sindikat Pencurian 6 Sepeda Motor dan Mesin Kompresor, Tim Jatanras Satuan Reskrim Polresta Ciduk Tiga Pelaku

Dokter Erwin juga menyebutkan almarhumah Maria Mei suami dari Albert Solo  itu memiliki riwayat hipertensi yang bisa memicu terjadinya pendarahan hebat akibat kekerasan yang terjadi.

“ Untuk itu masih harus kami kumpul data obat-obat hipertensi apa saja yang selama ini diminum oleh korban,” jela AKBP Dokter Erwin Tambunan

Seperti diberitakan sebelumnya  Albert Solo, Pegawai Satpol PP NTT aniaya istrinya Maria Mei hingga tewas. Penganiayaan terjadi di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, Sabtu (10/8/2024) malam.

Baca Juga :  Polres Ende Gencarkan Patroli Malam, Cegah Premanisme dan Balap Liar yang Resahkan Warga

Penganiayaan dilaporkan terjadi ketika korban pulang kerja dari kantornya Dispora NTT. Saat turun dari jasa motor ojek, dia langsung dianiaya secara brutal. Tetangga yang ingin melerai pun ikut diancam pelaku.

Akibat penganiayaan berat itu, Maria tewas pada Senin (12/8/2024) sore di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona, Kota Kupang, NTT. Korban sempat diantar tetangga untuk menjalani perawatan di rumah Leona Kupang.

Baca Juga :  Usir Wartawan, Romal Bere Dinilai Hambat Kemerdekaan Pers

“Dia dianiaya dari hari Sabtu, karena kondisinya sudah kritis baru diantar tetangga ke RS Leona. Tiba dirumah sakit dokter nyatakan Maria sudah meninggal dunia,” ujar sepupu Maria, Ones Putra ( 12/10).

  • Bagikan