ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Breakingnews : TPNPB-OPM Izinkan Maria Bertemu Suaminya Pilot Philip Mark Mehrtens Sebelum Dibebaskan Bulan Oktober Mendatang

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“ Proposalnya sudah siap dan akan diserahkan dalam waktu dekat ini ke pemerintah Selandia Baru untuk berunding dengan Indonesia ,” kata Sebby Sambom seraya menolak menyebutkan isi proposal tersebut.

Namun satu syarat yang disebutkan Sebby Sambom yakni seminggu menjelang hari H pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens, semua militer Indonesia harus jauh berada 25 km dari radius, jalur yang dilalui tim negosiator yang menjemput.

“ Kami TPNPB OPM akan carter pesawat luar negeri, bukan dari Indonesia. Pesawat bersama negosiator akan menjemput pilot Philip Mark Mehrtens dari Bandara Ndugama ke Bandara Sentani. Selanjutnya ke Port Moresby Papua Nugini. Dari sana akan kenegara ketiga untuk menyerahkan pilot itu yang sudah ditunggu isterinya Maria ,” ungkap Sebby sekali lagi minta maaf tidak menyebutkan nama negara ketiga tersebut.

Baca Juga :  Edan! Pelajar 14 Tahun di Sikka NTT Diperkosa Saat Hendak Ikut Doa Rosario

Seperti diberitakan sebelumnya Kala itu Philip Mark Mehrtens ditangkap Panglima Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogeya bersama pasukannya di Lapangan Udara Paro, di Nduga pada 7 Februari 2023 lalu saat mendaratkan pesawat jenis Pilatus Porter PC-6 di lapangan terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Dia menyebutkan tindakan TPNPB OPM dalam penyanderaan dilakukan sudah sesuai standar hukum perang. Kapten pilot Philip selama setahun lebih ini dijadikan tawanan perang.

Baca Juga :  Kasus Korupsi RSP Wewiku Penyiidik Kejati NTT Blokir Rekening Milik PPK dan Mantan Kadis Kesehatan Malaka

“Pilot Philip Mark Mehrtens mendaratkan pesawat Susi Air di wilayah perang. Pesawat ini disubsidi oleh Pemerintah Indonesia dengan program Operasi Perintis. Karena itu dia, sudah wajar kami tangkap, sandera dan tawan,” jelas Sebby Sambom.

Sebetulnya sebut Sebby, pembebasan pilot Philips sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun semua ini terhambat karena Pemerintah Indonesia tidak mampu membuka diri, menerima proposal kami, melakukan negosiasi damai dengan bangsa Papua, untuk membebaskan Kapten Philip.

Baca Juga :  Panglima Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogeya Dituding Terima Suap Miliaran Rupiah dan Lepaskan Pilot Philip

“ Sementara pemerintah Selandia Baru yakni Menlu Winston Peters menegaskan telah menyediakan jalur, memfasilitasi pihak PBB untuk bisa menjemput pilot Philip di pedalaman Rimba Papua. Namun ini terhambat karena pemerintah Indonesia tidak merespon ,” kata Sebby Sambom.

  • Bagikan