ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Terima Amplop Isi Uang, Lely Amtiran Akui Daniel Taimenas Sebut Titipan Melki Laka Lena

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Snada, Foni Kause sng pemilik rumah yang diadakan pertemuan tersebut, menjelaskan, bahwa pemberitahuan awal dari Lely Amtiran kepada dirinya bahwa akan digelar pertemuan bersama kaum ibu di rumahnya untuk kegiatan lomba paduan suara.

“Bu Lely ke rumah itu kasi tahu kalau pertemuan kaum ibu gereja untuk lomba paduan suara. Bu Lely tidak pernah kasi tahu kalau ada orang lain datang selain kaum ibu. Jadi Saya siap rumah untuk pertemuan kaum ibu,” ujar Foni.

Saat pertemuan, lanjut Foni, ada mobil hitam datang ke rumahnya. “Saya tidak tahu maksud kedatangan mobil itu,” katanya.

Foni mengaku tidak tahu jika akan ada Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas yang datang dipertemuan tersebut. Dirinya juga mengaku tidak memperhatikan kejadian apa saja yang terjadi ditempat tersebut, karena sebagai tuan rumah dirinya sibuk menyiapkan minum untuk warga yang hadir di rumahnya.

Baca Juga :  Paket SIAGA Tandatangani Deklarasi Kampanye Damai di KPU NTT

“Saya tidak tahu kalau ada serahkan uang, karena saya sibuk urus minum, saya tahu waktu sudah viral di TikTok,” jelasnya.

Setelah Daniel Taimenas pulang, barulah Foni keluar dan bergabung bersama ibu – ibu yang hadir. “Pembahasan soal kegiatan gereja tidak ada. Ibu Lely sampaikan kalau pak Dan Taimenas titip uang untuk ibu-ibu sebesar Rp1,5 juta,” jelasnya.

Foni mengaku setelah video penyerahan uang itu viral dirinya menjadi takut dan merasa ditipu. “Setelah saya lihat video itu saya rasa takut. Saya merasa ditipu, karena informasi yang saya dapat sejak awal lain tapi pelaksanaannya lain jadi saya takut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas Bantah Pakai Narkoba, Itu Tudingan Tidak Masuk Akal

Tokoh masyarakat Desa Tunbaun, Kornelis Nenohara, mengaku sangat prihatin. Pasalnya usai video tersebut viral warga desa mejadi gaduh. Dirinya juga didatangi sejumlah warga yang ada di dalam video tersebut. Untuk itu dirinya meminta agar persoalan ini diproses.

Dirinya menyebut, masyarakat yang hadir di dalam pertemuan tersebut sudah merasa ditipu, karena mengundang dengan agenda gereja tetapi dalam pertemuan tidak membahas agenda yang diinformasikan saat diundang. “Ini membuat jemaat kita resah dan bisa berakibat buruk bagi kegiatan jemaat kita di sini,” ujarnya.

Kejadian ini, lanjut Kornelis, menegaskan bahwa ada pihak yang menggunakan urusan lembaga keagamaan untuk kepentingan politik

“Ini kan seperti kita ketahui bahwa tidak boleh lakukan hal-hal seperti ini apalagi pada masa kampanye dan nanti masyarakat atau jemaat kita bisa diproses macam-macam,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dinilai Sudah Berbuat Banyak Tanpa Pamer, Warga Alor Janji 80 Ribu Suara untuk Paket SIAGA

Kornelis menjelaskan, bahwasanya di gereja GMIT Sesawi Battuna memang ada kegiatan dan membutuhkan biaya namun dana untuk kegiatan tersebut sudah tersedia. “Kami sudah siapkan biaya untuk kepentingan itu, lalu mau alaskan (uang) itu untuk apa,” ujarnya.

Dia berharap, pihak berwenang seperti panwas, polisi atau aparat penegak hukum lainnya segera mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah dugaan politik uang ini.

“Hal seperti ini masuk dalam hal penipuan, karena mengundang agenda gereja tetapi dalam pertemuan tidak membahas agenda itu. Ini membuat jemaat kita resah dan bisa berakibat buruk bagi jemaat kita di sini. Kalau mereka baku marah saja kita omong soal pembangunan di gereja tidak bisa jalan lagi,” tegasnya.

  • Bagikan