Julie mengingatkan bahwa prestasi seorang kenshi tidak semata-mata diukur dari kemampuan teknik maupun jumlah medali. Lebih dari itu, Kempo harus membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengamalan nilai-nilai persaudaraan. Atlet yang menang diminta tidak cepat berpuas diri, sedangkan mereka yang belum berhasil harus menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi.
Dalam klasemen akhir, Dojo KONI NTT menempati posisi kedua dengan sembilan emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu atau total 25 medali. Sementara Dojo Malaka berada di peringkat ketiga dengan sembilan emas dan enam perunggu atau total 15 medali.
Wakil Ketua Umum I Pengprov PERKEMI NTT, Sensei George M. Hadjoh, turut memberikan apresiasi atas dukungan besar terhadap pembinaan atlet Kempo. Ia mengungkapkan, sepanjang 48 tahun perjalanan PERKEMI NTT, baru kali ini atlet dalam kejuaraan antarkota mendapatkan dukungan bonus dengan nilai lebih dari Rp200 juta.
George menyebutkan total dukungan yang diberikan mencapai Rp228 juta. Selain itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan tambahan sumbangan Rp100 juta untuk seluruh atlet. Dengan demikian, total dukungan yang diumumkan mencapai Rp328 juta.
“Tugas kita adalah menciptakan prestasi. Prestasi tidak lahir dari game, tetapi lahir dari proses kerja keras dan pantang menyerah,” tegas George.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Vito Valentino Laiskodat selaku pemilik event dan penanggung jawab keluarga atas dukungan serta kontribusinya sehingga LLMC Cup III dapat terselenggara dan memberikan ruang bagi pembinaan atlet Kempo NTT.
Ketua Panitia, Ignasius Repelita Rega, SH, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT, para kepala daerah, jajaran PERKEMI, perangkat daerah, tim medis, insan pers, orang tua kenshi, wasit, dan pelatih yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Panitia juga menyerahkan medali, piagam, bonus pembinaan bagi dojo peringkat 1 hingga 10, serta penghargaan khusus kepada kenshi dan wasit teladan.
Dampak kegiatan tidak hanya terlihat dari persaingan di arena pertandingan. Puluhan tenda UMKM yang menjajakan makanan dan minuman di sekitar Sport City Semau turut ramai dikunjungi atlet dan penonton. Para pedagang mengaku terbantu karena kehadiran rombongan dari berbagai daerah meningkatkan jumlah pembeli dan memberikan tambahan pendapatan bagi usaha mereka.
Antusiasme peserta juga terlihat sejak perjalanan menuju Pulau Semau. Julie Sutrisno Laiskodat memfasilitasi penyeberangan rombongan dengan mencarter seluruh perahu yang melayani rute Pelabuhan Tenau menuju Pelabuhan Hansisi. Ratusan atlet, ofisial, pengurus PERKEMI NTT, dan keluarga atlet kemudian memadati lokasi pertandingan pada partai final.
Penyelenggaraan LLMC Cup III yang diperluas dengan mempertandingkan cabang olahraga Kempo dan tinju akhirnya memperlihatkan bahwa olahraga memiliki potensi besar sebagai penggerak aktivitas ekonomi daerah. Bagi masyarakat Semau, ramainya pengunjung dan lapak UMKM menjadi bukti bahwa sebuah kejuaraan dapat menghadirkan peluang usaha sekaligus membawa berkat bagi masyarakat lokal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











