ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tak Mau Petani Kehabisan Air Saat Kemarau, BBWS NTT Kebalkan 3 Titik JIAT Rp6,4 Miliar

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
JI
Kepala SaTKER ATAB BBWS Nusa Tenggara II, Djoni Doga dan lhan JIAT Alak ( Ist )

“Progres di Kota Kupang sekitar 15 persen, sedangkan di Malaka sekitar 10 persen,” jelas Djoni.

Di Kabupaten Malaka, pengeboran pada salah satu titik telah menghasilkan debit air sekitar lima liter per detik. Setelah pekerjaan tersebut selesai, tim langsung melakukan mobilisasi menuju titik pembangunan berikutnya.

Djoni optimistis tiga paket pekerjaan JIAT tersebut dapat diselesaikan lebih cepat, yakni pada Oktober 2026, meskipun batas akhir pelaksanaan program ditetapkan hingga Desember 2026.

Baca Juga :  Sinergi PLN dalam 5th Kepemimpinan Erick Thohir Wujudkan Energi Bersih di kabupaten Ende

Naioni menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan karena lahan pertaniannya kerap menghadapi persoalan kekurangan air saat kemarau. Sekitar 2,4 hektare lahan pertanian di kawasan tersebut selama ini terdampak keterbatasan pasokan air.

“Kalau potensi airnya kurang, mungkin akan dibantu lagi. Harapannya masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik karena sekarang sudah ada air,” katanya.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Andriko Susanto Dorong Tingkatkan Produksi Pertanian Padi di Kabupaten TTS

Menurut Djoni, potensi air tanah dari jaringan tersebut bahkan diperkirakan mampu mendukung pengairan hingga sekitar 10 hektare lahan pertanian. Namun, infrastruktur air tersebut perlu diikuti pengelolaan yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.

“Kami hanya menyediakan infrastrukturnya. Kalau ada pendampingan dari pemerintah pertanian akan lebih bagus supaya pemanfaatan air ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.

  • Bagikan