Bupati simon bukan sekedar berujar. Dirinya memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan mengenakan sarung bermotif khas Malaka, sudah menjadi pandangan yang lumrah ketika bertandang ke rumah jabatan maupun kediaman pribadinya. Kebiasaan ini bukan dibuat-buat. Sarungan ala Bupati Simon Nahak sudah dilakukan sejak dulu bahkan sebelum takdir menempatkan dirinya sebagai Bupati Malaka.
Selain sarungan, dirinya gemar menari bidu dalam kegiatan formal maupun non formal. Acap kali, protokoler harus bekerja di luar jadwal ketika secara mendadak Bupati Simon Ikut aktif menari bidu. Semua karena kecintaan Bupati Simon Nahak, sebagai anak petani tambakau terhadap adat dan budaya Malaka.
Malaka Cerdas Dan Sehat Formula Menuju Kualitas Berbobot
Berbicara soal kualitas masyarakat Malaka, mungkin bagi kalangan awam akan terasa sulit dimanifestasikan lewat besutan program yang brilian. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi seorang Bupati Simon Nahak. Dirinya seolah menemukan rumus atau formula yang mumpuni lewat program Kartu Malaka Sehat dan Cerdas.
Untuk Kartu Malaka Cerdas misalnya, dalam setiap lawatan kunjungan ke lembaga satuan Pendidikan baik itu SD, SMP, dan SMA maupun Kejuruan, dirinya yang memang berlatar belakang pengajar ini, selalu menekankan pentingnya kualitas generasi Malaka yang cerdas. Lewat ransangan Kartu Malaka Cerdas, ada spririt bahwa semangat anak-anak malaka untuk tekun dan rajin belajar akan membawa perubahan kualitas hidup yang lebih baik.
infrastruktur Pendidikan dibenahi. Bahkan tahun 2023 ini, Badan Perpustakan Nasional akan memberikan bantuan pembangunan Gedung Perpustakaan yang modern lengkap dengan seluruh sarana dan fasilitas penunjang. Semua itu dilakukan demi menunjang gerakan literasi yang berujung pada peningkatan kecerdasan generasi Malaka.
Lagi-lagi, Bupati Simon Nahak membuktikan hal tersebut. Sebagai anak petani tembakau, siapa sangka dirinya akan berhasil menjadi seorang Doktor?. Semua hanya tekad, usaha, doa dan semangat untuk belajar lebih giat, studi lebih fokus dan rajin dalam membaca. Hal ini yang membuat dirinya bisa berada pada posisi saat ini. Bupati Simon Nahak sudah memberi contoh, saatnya bagi kita untuk mencontoh prestasi tersebut dengan tetap semangat dan rajin belajar.
Infrastruktur Kesehatan juga terus bergeliat. Fasilitas Kesehatan di sejumlah daerah dibenahi. Rekrutan tenaga Kesehatan dan guru menjadi prioritas. Bagi Bupati Simon Nahak, pelayanan hak dasar Rakyat Malaka adalah hal utama dan prioritas.
Awal tahun 2023 saja, pemkab Malaka dan semua pihak pemangku kepentingan langsung bekerja. Komitmen mereka bahwa persoalan stunting harus teratasi secara kualitas dan mengalami penurunan secara kuantitas. Saban hari Ketua TP PKK terus bergerilya ke kecamatan bahkan desa guna memantau langsung pelaksanan program penurunan angka stunting. Lalu bagi kita yang gemar bergosip, apakah hal ini kurang membuat kita sadar akan kerja pemerintah dibawah kendali Bupati Simon Nahak?
Filosofi “Makan Bubur” Dalam Urusan Tata Kelola
Istilah “Makan Bubur Dari Pinggir” adalah filosofi yang sering dipakai Bupati Simon Nahak. Hal ini juga terkeskplisit pengertian menyerang dari pinggir lalu membunuh akarnya di tengah. Istilah ini dipakai Bupati Simon Nahak, guna memberantas praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Malaka.
Bahkan dalam 100 hari kerja pasca dilantik, dirinya berhasil menemukan dugaan tindakan KKN 99 kepala desa dari 127 terperiksa. Penataan tata Kelola birokrasi yang bersih bebas KKN terus dilakukan. mendorong upaya transparansi dalam tata kelolah menjadi hal yang wajib. Kerja yang akuntabilitas menjadi pedoman yang wajib dipatuhi.
Reward dan Punishmen sebagai imbalan dalam mengukur kinerja Bagi Bupati Simon Nahak. Penghargaan akan diberikan kepada staf maupun OPD yang bekerja maksimal, demikian juga hukuman akan diberlakukan bagi mereka yang lalai dan salah.
Infrastruktur Yang Merata Terus Bergeliat
Hal terakhir dari Program SAKTI adalah Infrastruktur. Bupati Simon Nahak sadar benar bahwa semenjak dilantik pada April 2021 silam, kondiri infrastruktur di Malaka sangat minim. Dirinya memutar otak mencari cara guna menjawab persoalan tersebut. Dukungan keuangan menjadi salah satu kendala bagi Pemkab Malaka.
Bupati Simon nahak tidak patah arang. Dirinya kerap terbang ke Jakarta, bertemu jejaring pemangku kepentingan untuk mendatangkan bentuan. Hal yang mengejutkan, seolah sudah ditakdirkan, hampir semua kementerian yang dikunjungi, selalu memberikan respon positif.
Kementerian PUPR misalnya, memberikan hadiah pembangunan ruas jalan dan beberapa jembatan pada tahun 2023. Kementerian Sosial RI bahkan lebih masif dengan memberikan bantuan pembangunan 100 unit rumah dan bantuan modal usaha. Kementerian Kelautan dan Perikanan, akan melakukan survei terkait pembanguna dermaga serta masih sederet bantuan yang diberikan kementerian lainnya.
Apa yang dijanjikan saat kampanye soal Pembangunan Pusat Pemerintah (Puspem) Kabupaten Malaka direalisasi. Tepat saat hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2022, peletakan batu pertama pembangunan Puspem Malaka dilaksanakan. Janji politik Bupati Simon Nahak ditunaikan. Saat ini progress fisik pembangunan sudah 20 persen pekerjaannya. Itulah pemimpin sejatinya yang dipegang adalah ucapannya. Bupati Simon Nahak sudah membuktikan itu. Bupati Simon Nahak terus bekerja melayani Rakyat Malaka. Dirinya soolah tidak terpengaruh dengan suara sumbang yang mencibir. Dirinya bahkan tidak ambil pusing soal gosip murahan dari lapak lapak kopi. Dirinya bahkan tidak peduli dengan cibiran dari kelompok baper yang belum bisa move on semenjak Pilkada Malaka 2020.
Bagi dirinya, hal yang tidak bisa ditawar adalah tetap bekerja untuk kesejahteraan rakyat Malaka. Bupati Simon Nahak tentu manusia biasa. Memiliki keterbatasan dalam ruang konsep dan dimensi waktu. Sebagai pemimpin dirinya tentu tidak bisa membuat nyaman semua pihak.
Bagi pembenci Bupati Simon Nahak, tentu meraka akan terus mencoret dinding media sosial dengan umpatan serta kritik tanpa beban dan data yang valid. Demikian juga bagi pecinta Bupati Simon Nahak, ada harap dan asa yang didaraskan dalam doa, semoga Bupati Simon Nahak bisa terus berkerja dengan baik.
Hal ini lumrah dan normal. Agar kita bisa melihat dengan bijak, Tuhan memberi kita dua mata ketimbang satu mulut untuk menghujat. Agar kita bisa mendengar dengan adil, maka Tuhan memberikan kita dua telinga ketimbang satu mulut untuk mencibir. Sisa kita memilih berada di posisi mana?
Bupati Simon Nahak adalah sosok setia dengan panggilannya. Dirinya akan tetap berdiri tegak sambil berjalan dengan “Menggenggam Bara Api Hingga Menjadi Arang” di tangannya. Dirinya sportif dengan menerima semua masukan dan mengakui kelebihan orang lain, tanpa harus melakukan klaim sepihak dalam malu-malu yang tersipu akan hasil kerja orang lain.
Dirinya akan mendukung semua anak Malaka untuk terus bangkit, berjuang dan bergerak bersama membangun Malaka. Bahkan dirinya tidak perlu melakukan framing isu maupun narasi hanya sekedar menimang gempita pujian palsu. Dirinya akan tetap melayani seluruh Renu Rai Malaka dengan standar terukur dan terarah tanpa harus mencari utopia. Dirinya akan berjalan terarah dan terukur tanpa harus mendengar cibiran soal Quo Vadis, kemana engkau pergi. Dirinya tetap fokus bekerja sampai penghujung kepemimpinan tanpa harus sibuk mencari siapa ganti siapa maupun siapa gandeng siapa nantinya.
Oleh : Jef Taolin, Anak Malaka Tinggal Di Kupang
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











