”Di sisi lain, iklim usaha yang sehat bergantung pada kepastian dan keamanan. Pelaku usaha, dari UMKM hingga investor besar, memerlukan jaminan bahwa investasi dan transaksi mereka dilindungi dari kejahatan siber,” kata Gubernur.
”Kita perlu membangun sebuah ekosistem keamanan siber yang tangguh. Agenda tersebut mencakup penguatan regulasi, penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi, inovasi teknologi keamanan oleh sektor swasta, serta yang terpenting, sebuah gerakan literasi digital yang masif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BI NTT Agus Sistyo Widjajati, mengungkapkan, perlunya digitalisasi sebagai pendorong ekonomi, dengan perhatian khusus pada keamanan transaksi digital. Ia juga menyorot tiga langkah utama yakni edukasi masyarakat tentang produk secara digital, pemahaman risiko yang terkait, dan peningkatan literasi keuangan.
”Disamping itu peningkatan kapasitas masyarakat dan keamanan digital menjadi fokus utama dalam mendukung perkembangan ekonomi secara digital ini. kita lihat saat ini produk-produk asal NTT yang terus berkembang dan semakin diminati banyak orang seperti kain tenun. Maka perlu adanya tata kelola produk hingga penjualan dengan digitalisasi yang aman dan terpercaya,” tambahnya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











