ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Fransiskus Sales Sodo Dinilai Lebih Pantas Duduki Jabatan Sekda NTT

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai sebagai posisi strategis dan prestisius dalam struktur pemerintahan daerah. Tak heran, jabatan ini menjadi sorotan publik dan menarik perhatian banyak pejabat aparatur sipil negara (ASN) dalam beberapa pekan terakhir.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD NTT, Yohanes Rumat, menilai Provinsi NTT membutuhkan sosok Sekda yang berpengalaman serta memiliki kapasitas kerja kelas nasional guna mendukung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,8 triliun yang dicanangkan Gubernur NTT.

Menurut Yohanes, posisi Sekda sangat vital karena berperan sebagai motor penggerak birokrasi sekaligus dapur utama pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Martha Para Ede Pimpin Humas Kabupaten Kupang

“Gubernur tidak bisa berjalan sendiri. Sekda adalah tim inti yang mengatur seluruh sistem birokrasi, keuangan, dan sumber daya aparatur. Karena itu dibutuhkan figur yang benar-benar kuat, berpengalaman, dan mampu bekerja di bawah tekanan target PAD yang besar,” ujar Yohanes kepada wartawan di ruang Fraksi PKB DPRD NTT pada Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga :  Memprihatinkan : Gedung SDN Manune di Kabupaten TTU Nyaris Roboh, Siswa Terpaksa Belajar di Teras

Dia menyebutkan terdapat tiga nama calon Sekda NTT yang memiliki rekam jejak baik dan lolos melalui proses seleksi ketat, yakni Fransiskus Sales Sodo, Servulus Bobo Riti, dan Ruth Diana Laiskodat.

“Ini bukan orang-orang sembarangan. Ketiganya memiliki kualitas, pengalaman, dan track record yang baik. Namun dari yang terbaik itu, tentu harus dipilih satu figur yang paling sesuai dengan kebutuhan NTT saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Polwan Brimob Polda NTT Raih Juara 1 Kejuaraan Menembak Danlanud El Tari 2025

Yohanes menegaskan, Fraksi PKB berpandangan NTT membutuhkan figur Sekda yang relatif muda, berpengalaman di birokrasi, serta mampu mengelola ASN tanpa menimbulkan konflik internal. Salah satu opsi yang dinilai tepat adalah menghadirkan figur dari luar birokrasi internal Pemerintah Provinsi NTT.

 

  • Bagikan