Kegiatan tersebut juga diikuti personel Polda NTT bersama masyarakat yang menjadi jemaah Masjid Al Muawwanah. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Bagi Polda NTT, Jumat Keliling tidak hanya menjadi kegiatan ibadah rutin, tetapi juga bagian dari pembinaan rohani dan mental personel. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kapolda juga mendorong seluruh jajaran agar nilai kejujuran, keikhlasan, sikap humanis dan rasa tanggung jawab benar-benar tercermin ketika berhadapan dengan masyarakat.
“Kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan kewajiban, tetapi bagaimana tugas itu kita jalankan dengan niat yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Melalui pembinaan spiritual seperti ini, Polda NTT ingin membangun keseimbangan antara profesionalitas dalam menjalankan tugas kepolisian dengan kekuatan moral dan keimanan setiap personel.
Kegiatan Jumat Keliling sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran pimpinan bersama personel di tengah jemaah menjadi ruang untuk membangun kedekatan, persaudaraan dan komunikasi yang lebih humanis.
Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang menyentuh aspek keamanan sekaligus kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Dengan landasan keimanan dan semangat pengabdian, Polri diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sebagai pelindung, pengayom dan pelayan yang hadir dengan ketulusan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











