“Kalau pejuang tanam ganja untuk dijual ke negara lain dan tukar dengan senjata, itu baru kami dukung,” ujar Sebby dalam pernyataannya.
Untuk diketahui, pernyataan Sebby ini menanggapi temuan Satgas Operasi Damai Cartenz-2025, yang telah mengamankan sebuah ponsel milik Egianus Kogoya dalam peristiwa kontak tembak di Kampung Pugima, Jayawijaya, yang menewaskan Pionus Gwijangge alias Perampok Gwijangge, anak buah Egianus Kogoya.
Dalam ponsel tersebut, ditemukan dokumentasi yang memperlihatkan Egianus berada di kebun ganja miliknya di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo.
“Ponsel itu berisi foto dan video yang memperlihatkan aktivitas Egianus di kebun ganja. Kebun ini diduga kuat menjadi sumber pendanaan kelompoknya,” ungkap Faizal, Kamis (12/6/2025).
Selain dokumentasi visual, aparat juga menemukan dua ons ganja kering serta 25 butir amunisi kaliber 9 mm di lokasi berbeda, memperkuat dugaan bahwa jaringan Egianus tidak hanya menjalankan aksi kekerasan, tetapi juga terlibat dalam aktivitas ilegal narkotika untuk mendukung operasi mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











