Brigjen Awi menekankan bahwa ketertiban berlalu lintas bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga cerminan peradaban suatu bangsa.
“Apa pun ketertiban lalu lintas itu adalah shadow of civilization, jadi ketertiban lalu lintas adalah bayangan dari peradaban suatu negara. Jika masyarakatnya tertib, itu mencerminkan negara yang lebih maju dan disiplin,” tambahnya.
Lebih lanjut, Brigjen Awi menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Turangga 2025 memiliki beberapa tujuan utama. Selain menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), operasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, di mana kepadatan lalu lintas meningkat. Selain itu, operasi ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat serta meningkatkan pelayanan publik dengan pendekatan yang humanis.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTT, Kombes Pol. Dedy Eka Jaya Helmi, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa operasi ini melibatkan sekitar 825 personel dari Polda NTT dan seluruh Polres jajaran.
Dengan dilaksanakannya Operasi Keselamatan Turangga 2025, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa berlalu lintas yang tertib bukan hanya demi keselamatan, tetapi juga sebagai cerminan dari peradaban dan kemajuan bangsa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











