Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, menekankan pentingnya kolaborasi untuk membuka jalan lebih luas bagi produk unggulan NTT menuju pasar internasional.
“Melalui sinergi ini, kami berharap UMKM semakin siap membangun kemitraan usaha dan menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan,” kata Zet.
Dalam bootcamp, Fernanda Reza Muhammad dan Zahra Margautami dari Akademi Mudah Ekspor membekali peserta dengan materi yang langsung berkaitan dengan kebutuhan bisnis ekspor.
Mulai dari pemetaan pasar, penentuan harga, penawaran komersial, risiko pembayaran, komunikasi dan negosiasi bisnis, hingga penguatan profil usaha serta katalog produk.
Peserta juga dilatih melakukan pemasaran digital dan export pitching, sehingga produk yang mereka miliki tidak berhenti pada pasar lokal, tetapi siap dipresentasikan kepada calon buyer internasional.
Yang lebih penting, bootcamp ini menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
Dengan persiapan tersebut, 50 UMKM peserta diharapkan datang ke business matching dengan target pasar, katalog, penawaran dan strategi tindak lanjut yang lebih matang.
Di tengah ekspor NTT yang turun, upaya ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat fondasi produk lokal agar tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang masuk ke rantai pasar internasional
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











