ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dulu Rp300 Ribu, Kini Rp30 Ribu! Sumur Bor Polda NTT Bikin Warga Belo Tarik Napas Lega

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Sumur
Kapolda NTT menandatangani Prasasti pengresmian Sumur Bor ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  — Dulu setiap bulan warga Kelurahan Belo harus menyiapkan uang hingga hampir Rp300 ribu hanya untuk membeli air bersih. Kini, setelah sumur bor bantuan Polda NTT tersedia, pengeluaran itu turun menjadi sekitar Rp30 ribu.

Perubahan sederhana itu terasa besar bagi warga. Bukan hanya karena air lebih mudah diperoleh, tetapi uang yang sebelumnya habis untuk membeli air kini bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.

Perwakilan warga Kelurahan Belo, Alfons Funai, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama jajaran Polda NTT dan Polresta Kupang Kota yang telah merespons kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres TTS Serahkan Rumah Harapan dari Kapolda NTT kepada Warga Desa Binaus

Alfons mengatakan, persoalan air bersih selama ini menjadi beban tersendiri bagi keluarga di wilayah tersebut. Harga air tangki yang harus dibeli secara rutin membuat pengeluaran bulanan warga cukup berat.

“Tadi malam kita bincang-bincang dengan bapak-bapak dari Polresta Kupang Kota, kami di sini itu sebelum sumur bor, pengeluaran khusus air bersih sekitar 200 hampir sampai 300 ribu rupiah,” kata Alfons.

Baca Juga :  Gubernur NTT Dorong Perekonomian Lebih Produktif di Tahun 2026

Ia mengakui nominal tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun bagi warga Belo, pengeluaran sebesar itu untuk kebutuhan air bersih sangat membebani ekonomi keluarga.

“Ini memang bagi sebagian masyarakat yang lain mungkin hal yang biasa, tapi bagi kami sangat-sangat memberatkan,” ujarnya.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Alfons menyebut warga sudah sekitar tiga bulan memanfaatkan sumur bor tersebut dan merasakan langsung penurunan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh air bersih.

Baca Juga :  Sempat Delay, Rute Lion Air Kupang-Jakarta Normal

“Perbandingan pengeluaran sebelum bantuan hampir 200 sampai 300 ribu rupiah, tetapi setelah bantuan, sudah tiga bulan kami cukup mengeluarkan 30.000 dalam satu bulan. Ini yang memang sangat luar biasa yang kami rasakan,” ungkapnya.

  • Bagikan