ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Rayakan Hari HAM Sedunia Aktivis Timor Leste Kibarkan Bendera Bangsa Papua, RMS dan Republik Timor Barat di Dili

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“ Rencana kami akan menghadirkan otoritas Belanda, Portugal dan Indonesia membicarakan penyatuan kembali Pulau Timor menjadi satu negara ,” katanya.

Pada peringatan hari HAM dunia ini lanjut Vicennte, semua dokumen perjuangan ini telah dikirim ke PBB, belanda, Portugal dan Pemimpin gereja di=unia, Paus Fransiskus.

“ Harapan dan doa semoga dokumen perjuangan kami ini bisa direspon agar visi misi kami segera direalisasikan ,” sebut Vicente.

Baca Juga :  Bendera Republik Timor Barat Sempat Diberkati Paus Saat Misa di Tasi Tolu Dili

Seperti diberitakan sebelumnya Bendera Republik Timor Barat sempat diberkati Paus saat misa di Tasi Tolu Dili, Timor Leste Selasa 10 September 2024 lalu. Bendera tersebut dibawa oleh sekelompok aktivis yang berkeinginan menyatukan Timor Barat dan Timor Leste kelak menjadi negara Rapublik Timor Raya.

Menariknya Bendera tersebut sempat diberkati Paus saat pemimpin umat katolik dunia itu mengelilingi lapangan Tasi Tolu untuk menyapa dan memberkati umat yang menghadiri misa tersebut. Ketika melintas didepan bendera, para pembawa minta Paus untuk diberkati dan dilayani. Aparat keamanan Dili yang siaga melaksanakan tugas pengamanan misa Paus di lapangan Tasi Tolu kala itu langsung merampas bendera tersebut, namun sesaat kemudian diserahkan kembali. Baca Juga : 13 Daerah Rawan Konflik Pilkada karena Minim Dana Julio Consalves Pinto yang membawa bendera membenarkan bersama kelompok aktivisnya yang bermarkas di Dili yang membawa bendera kebangsaan Timor Barat, NTT, Indonesia ke lapangan Tasi Tolu saat missa Paus.

Baca Juga :  Medali Emas Andini Dewi Aklis di PON Aceh : Harapan Umroh Untuk Orang Tua

“ Kami yang bawa bendera Republik Timor barat itu. Kami buatkan sebanyak 20 buah sebulan sebelum Paus datang. Tujuan kami mempersatukan kembali Timor raya yang dulu dibagi penjajah saat terjadi pertempuran antara Belanda dan Portugis tahun 1749 lalu,” kata Julio Consalves Pinto ( 15/9).

  • Bagikan