Selanjutnya, Taur Matan Ruak bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Dili-Timor Leste. Taur Matan Ruak yang juga mantan Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste ini menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di tidak direncanakan dan tidak disengaja.
“Saya meminta agar kasus ini ditutup. Saya juga meminta agar tidak menghukum tentara yang menabrak mobil saya. Tapi proses internal TNI kita tidak tahu. Saya juga meminta agar mereka menghormati aturan lalu lintas,” kata Taur Matan Ruak.
Dihubungi terpisah, Komandan Korem 161 Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes membenarkan kejadian itu. Dia pun menyebut, kejadian itu sudah diselesaikan.
“Semuanya sudah clear. Ada kesepakatan kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dan damai. Bahkan Taur Matan Ruak minta Danyon agar jangan menghukum anggotanya,” kata Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











