Sementara itu Ketua Sinode GMIT Pendeta Semuel Pandie mengatakan, pembangunan dalam Gereja tentunya tidak hanya memperhatikan gedung dari Gereja. Tetapi pembangunan iman juga harus diperhatikan, begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi Jemaat.
“Jangan hanya kita banggakan gedung gereja yang megah, tetapi iman jemaat kepada Yesus Kristus juga harus ditingkatkan. Apalagi kita di NTT pada umumnya masih banyak dilingkupi dengan berbagai persoalan seperti kemiskinan ekstrim ,” Pendeta Semuel Pandie. “ Kita jangan pernah pesimis, takut dan menyerah. Karena Tuhan selalu ada beserta kita, dan segala masalah yang kita hadapi adalah cobaan yang akan membuat kita semakin bertumbuh ,” tambah Pen Semuel Pandie. Sementara Panitia melaporan diketahui bahwa pembangunan Gedung Gereja Betel Mukefeto memakan waktu yang cukup lama. Dimulai dari 14 Juni 2008 dan pembangunan menelan biaya hingga 5,8 Milyar Rupiah.
Peresmian Gedung Gereja Betel Mukefeto ditandai dengan pembukaan selubung papan nama dan pengguntingan pita dan penandatanganan Prasasti oleh Penjabat Bupati Kupang. Turut hadir dalam pengresmian itu, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang Sorta Lumba – Turnip, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Anthon Natun, Wakil Ketua Klasis Kupang Barat, Camat Nekamese, Para Pendeta se-Klasis Kupang Barat, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, dan seluruh warga Jemaat Betel Mukefeto.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











