“Di samping itu, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melihat potensi lahan-lahan lain yang dapat dikembangkan. Kami siap membantu dengan tenaga kerja yang ada, sementara masyarakat setempat menyediakan alat dan fasilitas yang dibutuhkan,” jelas Irjen Daniel.
Untuk mendukung program ini, Kapolda juga mengungkapkan bahwa jika ada lahan yang sulit dimanfaatkan, seperti daerah yang terlalu kering atau tidak memiliki lahan luas, solusi alternatif seperti penanaman dengan menggunakan polybag di rumah-rumah atau kantor akan diterapkan.
“Kami akan pastikan bahwa ketahanan pangan dapat tercapai, tidak hanya di wilayah yang memiliki lahan luas, tetapi juga di lokasi-lokasi yang lebih terbatas,” tuturnya.
Sebagai bagian dari langkah awal, program ini dimulai dengan penanaman jagung di lahan seluas satu hektar, dengan rencana pengembangan lebih lanjut di lahan sebelahnya.
“Selain jagung, kami juga akan menanam berbagai jenis tanaman lainnya untuk memastikan keberagaman pangan yang bisa dihasilkan dari lahan ini,” jelas Kapolda NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden RI. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dalam rangka mendukung ketersediaan pangan nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











