“Kami mengapresiasi seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini. Semua bergerak bersama dengan satu tujuan, yaitu menemukan para korban dan memastikan mereka dapat kembali dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol. Irwan.
Ia menjelaskan, operasi pencarian di laut memiliki tantangan tersendiri karena dipengaruhi kondisi arus, luas wilayah pencarian dan kemungkinan perubahan posisi korban. Karena itu, kecepatan bergerak harus dibarengi kemampuan membaca situasi di lapangan.
“Dalam pencarian di laut, kita harus mampu membaca kondisi arus dan memperkirakan arah hanyut korban. Koordinasi dan pertukaran informasi menjadi sangat penting agar pencarian dapat dilakukan secara efektif,” jelasnya.
Kombes Pol. Irwan secara khusus mengapresiasi personel Ditpolairud Polda NTT yang bersama unsur SAR lainnya melakukan penyisiran menggunakan KP.P. Sukur 3007 hingga berhasil menemukan salah satu korban.
“Alhamdulillah, seluruh penyelam yang sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan. Ini menjadi kebahagiaan bagi keluarga korban dan seluruh personel yang terlibat. Semangat kemanusiaan dan kerja sama lintas instansi menjadi kekuatan utama dalam operasi ini,” katanya.
Operasi tersebut melibatkan 19 personel Tim Rescue Kantor SAR Maumere, enam personel Ditpolairud Polda NTT/Marnit Sikka, satu personel Satpolair Polres Sikka, empat personel Lanal Maumere serta unsur keluarga korban.
Sejumlah sarana laut juga dikerahkan, yakni KP.P. Sukur 3007 milik Ditpolairud Polda NTT, KN. SAR Punta Dewa 205 milik Kantor SAR Maumere, perahu karet dan searaider. Seluruh unsur bergerak dalam satu operasi untuk memastikan para korban ditemukan.
Setelah seluruh korban dievakuasi, KN. SAR Punta Dewa 205 tiba di Pelabuhan Wuring sekitar pukul 11.10 WITA, disusul KP.P. Sukur 3007 sekitar pukul 11.13 WITA. Sekitar pukul 11.20 WITA, ketiga korban yang ditemukan pada hari kedua diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Kepala Kantor SAR Maumere kemudian menyatakan operasi SAR Gabungan resmi ditutup sekitar pukul 11.30 WITA. Pencarian yang berlangsung di tengah tantangan laut tersebut berakhir dengan kabar terbaik: seluruh penyelam yang sempat hilang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Bagi keluarga korban, berakhirnya operasi ini menjadi pelepas kecemasan. Sementara bagi Ditpolairud Polda NTT dan seluruh unsur yang terlibat, operasi tersebut kembali menunjukkan pentingnya kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah perairan NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











