Dalam pelayaran tersebut, Polri turut mengikutsertakan tim trauma healing dari Polda NTT dan Polda Bali. Tim ini terdiri dari enam personel Polda NTT dan empat personel Polda Bali yang akan membantu memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat terdampak bencana.
Selain tim trauma healing, personel Ditpolairud Polda NTT dan Polres Sikka juga berada dalam kapal. Kehadiran personel tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran penyaluran bantuan ketika tiba di Pulau Palu’e.
Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menegaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya melalui personel, tetapi juga dengan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat dibantu.
“Kami berharap bantuan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan bisa sedikit meringankan beban warga yang terdampak gempa. Polri akan terus berupaya hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Saat KP. Kasturi 6002 bertolak dari Maumere, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 1 meter dan kecepatan angin barat sekitar 5 knot.
Pelayaran membawa bantuan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Polri untuk masyarakat terdampak gempa di wilayah kepulauan Kabupaten Sikka. Selain memenuhi kebutuhan logistik, keterlibatan tim trauma healing juga menjadi perhatian penting dalam membantu pemulihan warga pascabencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











