Namun, menurut Roihan, pertumbuhan kendaraan listrik harus diikuti kesiapan ekosistem. Tidak cukup hanya menambah kendaraan, fasilitas pengisian daya dan bengkel khusus juga perlu semakin dekat dengan pengguna.
“Harapan kami ke depan, seiring berkembangnya SPKLU, kemudahan akses ke bengkel-bengkel khusus kendaraan listrik juga terus diperluas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, melihat kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, infrastruktur tersebut akan menjadi bagian penting dalam perubahan pola mobilitas masyarakat perkotaan.
“Bagi kami, SPKLU bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan investasi masa depan,” tegas Serena.
Ia ingin perkembangan transportasi listrik ikut mendorong Kota Kupang menjadi kota yang lebih nyaman dan berorientasi pada keberlanjutan. “Kita ingin menjadikan Kota Kupang rumah bersama yang semakin maju, nyaman, dan layak diwariskan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Test drive tersebut digelar PLN Unit Induk Wilayah NTT dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81. Rangkaian kegiatan dimulai dari Kantor PLN UIW NTT, sekaligus menandai peresmian SPKLU Ultra Fast Charging berkapasitas 120 kW, kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur NTT dan Kantor Wali Kota Kupang sebelum kembali ke titik awal.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, mengatakan pengalaman langsung para pimpinan daerah diharapkan membuka gambaran bahwa kendaraan listrik sudah semakin siap digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kendaraan listrik bukan lagi sebatas teknologi masa depan, melainkan solusi transportasi masa kini yang nyaman, senyap, responsif, dan hemat biaya,” jelas Eko.
Menurut Eko, bagi NTT yang memiliki karakter wilayah kepulauan, kendaraan listrik memiliki nilai strategis karena dapat memanfaatkan pasokan kelistrikan PLN sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
PLN UIW NTT bersama Pemprov NTT, Pemkot Kupang dan Forkopimda pun terus mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik. Bagi PLN, semakin luas infrastruktur pengisian daya dan semakin banyak masyarakat mengenal langsung kendaraan listrik, semakin terbuka pula jalan menuju transportasi NTT yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











