“Lihat dulu kekuatan PAD dulu baru tetapkan kebutuhan belanja, jangan tentukan belanja baru pendapatan menyusaikan. Kalau tentukan lebih dulu belanja dan pendapatan menyesuaikan maka defisit sudah pasti akan terjadi,” pungkasnya.
Kepala Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang, Okto Tahik mengatakan, APBD itu angka perkiraan.
Sementara itu Kepala BPKAD Okto Tahik mengatakan saat Alexon Lumba, menjadi Penjabat Bupati Kupang, inovasi pertama yang dilakukan melihat kembali postur APBD 2024. Dari inovasi tersebut kita melihat estimasi pendapatan dalam 3 tahun terakhir, sehingga kita dapat melakuka rasionalisasi pada APBD perubahan 2024.
“ Hasil rasionalisasi ternyata semua pendapatan tersebut melampau target. Hanya pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tidak mencapai target,” ungkap Okto Tahik.
Diakui Okto Tahik, hasil dari inovasi, kemudian pemerintah pusat lakukan penilaian melalui indonesia digitalisasi. Semua laporan itu dilihat oleh pemerintah pusat melalui aplikasi yang dibuat pemerintah Kabupaten Kupang melalui pajak daerah.
Ia mengatakan saat sidang APBD 2025 kemarin telah disetujui bersama lembaga legislatif dan eksekutif untuk tidak ada penambahan anggaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











