ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Raih Juara 1 APBD Award 2024 Pemkab Kupang Dapat Dana Insentif Rp13  Miliar

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Lihat dulu kekuatan PAD dulu baru tetapkan kebutuhan belanja, jangan tentukan belanja baru pendapatan menyusaikan. Kalau tentukan lebih dulu belanja dan pendapatan menyesuaikan maka defisit sudah pasti akan terjadi,” pungkasnya.

Kepala Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang, Okto Tahik mengatakan, APBD itu angka perkiraan.

Sementara itu Kepala BPKAD Okto Tahik mengatakan saat  Alexon Lumba, menjadi Penjabat Bupati Kupang, inovasi pertama yang dilakukan melihat kembali postur APBD 2024. Dari inovasi tersebut kita melihat estimasi pendapatan dalam 3 tahun terakhir, sehingga kita dapat melakuka rasionalisasi pada APBD perubahan 2024.

Baca Juga :  Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi Tutup TMMD di Desa Lanaus Kabupaten TTU

“ Hasil rasionalisasi ternyata semua pendapatan tersebut melampau target. Hanya pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tidak mencapai target,” ungkap Okto Tahik.

Diakui Okto Tahik, hasil dari inovasi, kemudian pemerintah pusat lakukan penilaian melalui indonesia digitalisasi. Semua laporan itu dilihat oleh pemerintah pusat melalui aplikasi yang dibuat pemerintah Kabupaten Kupang melalui pajak daerah.

Baca Juga :  DPRD Malaka Apresiasi Keberadaan BUMDes Badarai

Ia mengatakan saat sidang APBD 2025 kemarin telah disetujui bersama lembaga legislatif dan eksekutif untuk tidak ada penambahan anggaran.

  • Bagikan