“Berdasarkan evaluasi dan analisis hasil rekaman drone bawah air serta pencarian menggunakan sonar hingga Kamis sore, keberadaan korban maupun bangkai kapal KM Feronia masih nihil,” kata Irwan.
Menurutnya, kondisi arus bawah laut yang dinamis menjadi salah satu tantangan terbesar selama proses pencarian. Kondisi tersebut membuat penyisiran harus dilakukan dengan memperhitungkan pergeseran arus dan karakteristik perairan di sejumlah titik pencarian.
Operasi pencarian kemudian secara resmi dihentikan oleh Basarnas Maumere pada Kamis, 22 Oktober 2026. Meski operasi SAR telah ditutup, Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo memastikan aktivitas pemantauan di perairan Taman Nasional Komodo tetap berjalan.
“Personel Ditpolairud Polda NTT Marnit Labuan Bajo tetap melakukan patroli rutin di perairan Taman Nasional Komodo sambil menyebarkan imbauan keselamatan kepada kapal-kapal wisata dan kapal nelayan,” ujar Irwan.
Ia juga meminta para nelayan dan pelaku pelayaran di kawasan tersebut ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan KM Feronia maupun korban yang masih dicari.
“Jika menemukan tanda-tanda dari KM Feronia, segera menginformasikan kepada petugas Polair atau Call Center 101 SPKT Polres Manggarai Barat,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, doa bersama juga dijadwalkan berlangsung di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Jajaran Ditpolairud Polda NTT menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











